Estetika

ESTETIKA sastra yang diekspresikan sastrawan dari kearifan lokal, bagaimanapun mempunyai akar budaya penciptaan, yang memberi warna lain bagi teks sastra itu. Pada puisi-puisi Goenawan Mohamad, misalnya, kita temukan beberapa karya seperti “Dongeng Sebelum Tidur” dan “Asmaradana” tiada habis mengundang daya tarik dan tafsir pembaca.

Pengertian Estetika
Istilah estetika berasal dari bahasa latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang bersumber dari kata “aithe” yang berarti merasa.

“Estetika dapat didefinisikan sebagai susunan bagian dari sesuatu yang mengandung pola. Pola mana mempersatukan bagian-bagian tersebut yang mengandung keselarasan dari unsur-unsurnya, sehingga menimbulkan keindahan.” (Effendy, 1993)

Terdapat beragam ajaran klasik mengenai estetika yang perlu dimuatkan sebagai landasan penelitian ini, namun sebisa mungkin tidak terlalu menyimpang jauh dari tujuan komunikasi dan metode analisis, sebagai berikut.

Pandangan Plato tentang keindahan dapat dibagi menjadi dua. Yang satu tentang dunia idea, sedangkan yang lain nampaknya lebih membatasi diri pada dunia yang nyata. Pandangan kedua menyatakan bahwa yang indah dan sumber segala keindahan adalah yang paling sesderhana, yang dimaksud “sederhana” adalah bentuk dan ukuran yang tidak diberi batasan lebih lanjut berdasarkan sesuatu yang “lebih sederhana” lagi. Oleh karena itu, keindahan semacam itu bersifat terpilah-pilah. Keindahan semacam itu hanya dapat ditunjukkan, misalnya warna merah. Kendati begitu, yang majemuk juga dapat dialami sebagai sesuatu yang indah, jika tersusun secara harmonis berdasarkan sesuatu yang betul-betul sederhana. Pandangan yang kedua ini punya keistimewaan karena tidak melepaskan diri dari pengalaman inderawi yang merupakan unsur konstitutif dari pengalaman estetis dan keindahan dalam pengertian sehari-hari.

Pandangan lainnya yang mendekati pandangan kedua dari Plato tersebut adalah dari Aristoteles yang menyebutkan bahwa keindahan menyangkut keseimbangan dan keteraturan ukuran, yakni ukuran material. Pandangan ini, menurut Aristoteles, berlaku untuk benda-benda alam ataupun untuk karya seni buatan manusia. Karya seni yang dibicarakan Aristoteles terutama karya sastra dan drama. Ia membicarakan karya drama terutama dalam bentuk tragedi seperti dipentaskan dalam peran-peran diiringi dengan musik dan tarian, titik pangkal pandangan Aristoteles ialah bahwa karya seni harus dinilai sebagai suatu tiruan dunia alamiah dan dunia manusia. Aristoteles tidak menyetujui penilaian negatif Plato atas karya seni, atas dasar penolakannya terhadap teori idea. Dengan karya tiruan, Aristoteles tidak memaksudkan sekedar “tiruan belaka”.

Pengertian berikutnya yang lebih membukakan jalan bagi perkembangan modern, adalah beberapa rumusan keindahan yang datang dari Thomas Aquinas. Seperti “keindahan berkaitan dengan pengetahuan; kita menyebut sesuatau indah jika sesuati itu menyenangkan mata sang pengamat, dan mencoloknya peranan subyek.” Kemudian “keindahan harus mencakup tiga kualitas; integritas atau kelengkapan.., proporsisi atau keselarasan yang benar dan cemerlang”. Dan yang terakhir “keindahan itu terjadi jika pengarahan si subyek muncul lewat kontemplasi atau pengetahuan inderawi.”

Secara umum gagasan Thomas merupakan rangkuman segala unsur filsafat keindahan sebelumnya. Dengan mengajukan peranan dan rasa si subyek dalam proses terjadinya keindahan, peranan subyek sebenarnya sudah diangkat juga dalam teori Aristoteles tentang drama. Mereka menggarisbawahi betapa pentingnya pengetahuan dan pengalaman empiris-apoisteriori yang terjadi dalam diri manusia, yang merupakan titik awal dari kebesaran suatu karya seni.

Secara umum dapat dikatakan bahwa selama abad ke 20 ini para filsuf  barat yang membicarakan bidang estetika, cukup memperhatikan apa yang disebut pengalaman estetis, baik dalam diri si seniman pencipta karya seni maupun dalam diri para penggemar seni. Terdapat penekanan dalam kesatuan antara karya seni yang bersangkutan dengan para “pelaku” (pencipta dan penggemar ataupun pencipta ulang, seperti dalam musik, drama, tarian, malah sastra) : kedua belah pihak merupakan suatu bagian integral dari karya seni yang ditinjau dari sudut filsafat, sosiologi, psikologi dan sekarang komunikasi.
  • Estetika adalah sebagai filsafat keindahan
  • Estetika adalah erat sekali dengan seni bangunan
  • Estetika adalah apa yang mendatangkan kesenangan dengan menyeluruh dan tidak berkonsepsi
  • Estetika adalah bahwa “ Konsepsi tentang adanya tujuan pada objek tapi tujuan itu tidak terwujud dengan tegas “.
  • Estetika adalah apa yang di akui sebagai obyek pemuasan darurat yang tidak berkonsep.
  • Estetika adalah idea yang terwujud di dalam indera.
  • Estetika adalah berada pada keselarasan pikiran di imajinasi (dengan dasar bebasnya kerja imajinasi).
  • Estetika menurut Hegel adalah pujian yang mengibuli seni.
  • Estetika adalah bergantung pada ilmu seni, maka estetika adalah hasil-hasil eksperimen yang tercipta dan meyakinkan.
  • Estetika adalah bahasa orang banyak atau ilmu untk mengeluarkan isi hati.
  • Estetika adalah tidak selalu berpangkal pada pengetahuan atau kemauan tetapi pada rasa senang dan sedih.Definisi Seni

Sejak zaman Yunani Kuno sampai pertengahan abad ke-18, estetika merupakan cabang dari filsafat, tokoh yang sangat berperan dalam mengembangkan estetika sebagai ilmu tersendiri adalah Baumgarten. Ia membawa keindahan pada posisi yang mandiri, yang semula keindahan hanyalah hal yang biasa dan tidak perlu dikaji, oleh Baumgarten dikembangkan dan terbukti keindahan menjadi studi yang menarik untuk dikaji.

Hal tersebut dikarenakan keindahan merupakan hal yang selalu muncul dan memenuhi berbagai aspek dalam kehidupan, baik alam semesta maupun manusia serta Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan manusia. Keindahan adalah hal yang serius sekaligus menyenangkan, sebagai hal yang serius, keindahan membutuhkan teori sebagai media pengkajian dalam analisis keindahan. Sebagai hal yang menyenangkan, keindahan telah melahirkan nilai-nilai luhur bagi masyarakat dengan caranya sendiri, yaitu keindahan.

Sebagai salah satu sumber estetis, karya sastra memiliki relevansi yang sangat erat dengan estetika, sastra telah menyumbangkan hasil karyanya dalam memproduksi keindahan, karya sastra telah melahirkan nilai-nilai yang diungkapkan dengan cara yang sangat estetis.

Lalu bagaimanakah sastra dan estetika itu saling mengikat satu sama lain? Dan bagaimana pula sastra dan estetika bekerja sama dalam melahirkan nilai-nilai yang baik untuk masyarakat? Makalah ini akan mencoba memaparkan hubungan tersebut, namun dalam hal ini akan diulas mengenai bahasa sebagai medium utama karya sastra. Sehingga hubungan antara sastra dan estetika dapat dilihat dengan detail dan menyeluruh.

A. Definisi sastra dan karya sastra
Karya sastra sebagai refleksi kebudayaan masyarakat merupakan sumber estetika yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, dengan kata lain, karya sastra lahir dari masyarakat dan pada akhirnya akan memberi manfaat untuk masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Teeuw, bahwa karya sastra tidak lahir dari kekosongan budaya.

Estetika sastra adalah aspek-aspek keindahan yang terkandung dalam sastra. Pada umunya aspek-aspek keindahan sastra didominasi oleh gaya bahasa. Aspek-aspek keindahan yang lain terkandung dalam komposis, seperti keseimbangan susunan alinea, bab, dan subbab, susunan bait dalm puisi, keseimbangan antara dialog dengan improvisasi dalam drama, nada dan irama suara tukuang cerita dalam dongeng. Secara fisik, aspek estetika paling jelas ditandai melali kover buku.

Aspek estetika yang jauh lebih penting ditimbulkan melalui keseimbangan antarunsur karya. Keseimbangan yang dimaksudkan di sini bukan keseimbangan yang statis, melainkan keseimbangan yang dinamis. Dalam karya sastra aspek-aspek keindahan dapat ditinjau melalui dua segi yang berbeda, yaitu segi bahasa dan keindahan itu sendiri. Dalam bidang sastra, aspek bahasa adalah yang paling banyak menarik perhatian.

Aspek bahasa memperoleh perhatian khusus karena bahasa merupakan medium utama karya sastra, sedangkan dalam karya sastra itu sendiri sudah terkandung berbagai masalah. Bahkan hal ini merupakan disiplin tersendiri, yaitu ilmu bahasa atau linguistik yang merupakan bagian integral ilmu sastra.

Sebagai medium utama karya sastra, bahasa bersifat diskursif (berkaitan dengan nalar). Bahasa harus dibaca huruf per huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan seterusnya, sehingga penafsiran terhadap karya bersifat total, karya sastra tidak bisa dibaca secara sepenggal saja. Totalitas ini menentukan nilai estetis dalam karya sastra.

Melalui medium yang disebut bahasa, pencipta karya sastra telah memproduksi keindahan-keindahan, menyajikannya dengan cara yang penuh keindahan, lalu menghadrikannya ke hadapan penikmat karya sastra  atau masyarakat yang pada akhirnya akan menyerap keindahan-keindahan tersebut.

Keindahan yang lahir dari karya sastra bukanlah keindahan yang tanpa makna, justru keindahan yang sebenarnya adalah ketika keindahan itu melahirkan nilai-nilai luhur yang dapat diserap masyarakat tanpa berkesan menggurui atau menasihati. Masyarakat akan menyerap keindahan-keindahan tersebut dan dengan sendirinya masyarakat menemukan nilai-nilai yang diproduksi oleh keindahan itu.

Dengan demikian sistem produksi keindahan bermula dari semesta, yang kemudian diserap oleh pencipta karya sastra, kemudian pencipta karya sastra memproduksi keindahan melalui bahasa sebagai medium karya sastra, lalu karya sastra tersebut memproduksi keindahan dalam bentuk nilai-nilai yang pada gilirannya akan diserap oleh masyarakat.

Pada akhirnya, keindahan karya sastra atau estetika sastra adalah keindahan yang melahirkan nilai dan manfaat bagi masyarakat, karya sastra telah melanggengkan nilai estetis sebagai ke hadapan masyarakat, sehingga masyarakat akan melahirkan keindahan-keindahan yang lain dari hasil pengalaman estetis yang ia dapatkan dari karya sastra, dengan begitu, keindahan akan terus lahir, terus berkembang dan terus menjelma menjadi nilai estetis yang agung bagi kehidupan kemanusiaan.

Istilah stilistika berasal dari istilah stylistics dalam bahasa Inggris. Istilah stilistika atau stylistics terdiri dari dua kata style dan ics. Stylist adalah pengarang atau pembicara yang baik gaya bahasanya, perancang atau ahli dalam mode. Ics atau ika adalah ilmu, kaji, telaah. Stilistika adalah ilmu gaya atau ilmu gaya bahasa.

Berdasarkan berbagai uraian di atas dapat dirumuskan bahwa:
1) Stilistika adalah ilmu interdisipliner linguistik dengan sastra.
2) Stilistika adalah ilmu tentang pemakaian bahasa dalam karya sastra.
3) Stilistika adalah ilmu gaya bahasa yang digunakan dalam wacana sastra.
4) Stilistika adalah mengkaji wacana sastra dengan orientasi linguistik.

Stilistika sebenarnya dapat ditujukan terhadap berbagai penggunaan bahasa, tidak terbatas pada sastra. Namun biasanya stilistika lebih sering dikaitkan dengan bahasa sastra. Berbagai tujuan stilistika.
Pertama menerangkan hubungan antara bahasa dengan fungsi artistik dan maknanya.
Kedua menentukan dan memperlihatkan penggunaan bahasa sastrawan, khusus penyimpangan dan penggunaan linguistik untuk memperoleh efek khusus.
Ketiga, menjawab pertanyaan mengapa sastrawan mengekspresikan dirinya justru memilih cara khusus?. Bagaimanakah efek estetis yang dapat dicapai melalui bahasa? Apakah pemilihan bentuk-bentuk bahasa tertentu dapat menimbulkan efek estetis? Apakah fungsi penggunaan bentuk tertentu mendukung tujuan estetis?.
Keempat, mengganti kritik sastra yang bersifat subyektif dan impresif dengan analisis. Stil wacana sastra yang lebih obyektif dan ilmiah.
Kelima, menggambarkan karakteristik khusus sebuah karya sastra.
Keenam, mengkaji pelbagai bentuk gaya bahasa yang digunakan oleh sastrawan dalam karyanya.

Modal dasar kajian stilistika adalah pemahaman atas bahasa. Stilistika sebagai bahasa khas sastra, akan memiliki keunikan tersendiri dibanding bahasa komunikasi sehari-hari.

Stile (style) adalah cara pengucapan bahasa dalam karya sastra atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan” (Abrams dalam Nurgiyantoro,2000:276). Sudjiman (1993:2) mengemukakan, “Stilistika mengkaji cara sastrawan memanipulasi (memanfaatkan) unsur dan kaidah yang terdapat dalam bahasa dan efek apa yang ditimbulkan oleh penggunaan itu”, seterusnya Edraswara (2003:72) mengemukakan secara etimologi stylistics berhubungan dengan kata style, artinya gaya, sedangkan stylistics dapat diterjemahkan sebagai ilmu tentang gaya. Stilistika adalah ilmu pemanfaatan bahasa dalam karya sastra.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa stilistika adalah cara pengucapan bahasa seorang pengarang dengan memanipulasi unsur dan kaidah bahasa yang digunakan untuk menampilkan gagasannya agar mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat mempengaruhi daya intelektual dan emosional pembaca.

2.2 Unsur Stilistika
Endraswara (2003:72) mengemukakan, gaya bahasa dlam stilistika mengandung enam pengertian. Yakni (a) bungkus yang membungkus inti pemikiran atau penyertaan yang telah ada sebelumnya., (b) pilihan di antara beragam pernyataan yang mungkin, (c) sekumpulan ciri kolektif, (d) penyimpangan norma atau kaidah, (e) sekumpulan ciri pribadi, dan (f) hubungan antara satuan bahasa yang dinyatakan dalam teks yang lebih luas daripada sebuah kalimat.

Istilah Dalam Peternakan

 ISTILAH UMUM
Pakan (feed): bahan yang dapat dimakan dan menyediakan zat makanan untuk ternak.
Pangan (food): bahan yang dapat dimakan dan menyediakan zat makanan pada manusia.
Diet: campuran bahan pangan/pakan yang digunakan untuk menyediakan zat makanan untuk manusia/ternak.
Ransum (ration): penyediaan pangan/pakan harian
Bahan pakan (feedstuff): satu atau beberapa macam bahan baik diolah, setengah jadi atau bahan baku, yang bertujuan untuk dibuat menjadi pakan atau diberikan langsung kepada hewan penghasil pangan.
Bahan pangan (foodstuff) satu atau beberapa macam bahan baik diolah, setengah jadi atau bahan baku, yang bertujuan untuk dibuat menjadi pangan atau digunakan sebagai pangan/pakan.
Bahan baku pakan (Feed ingredient): Suatu bagian komponen atau suatu penyusun dari suatu kombinasi atau campuran suatu pakan, mempunyai nilai nutrisi maupun tidak dalam ransum ternak, termasuk imbuhan pakan (feed additives). Bahan (ingredient) berasal dari tanaman, hewan atau hewan air, atau bahan organik atau anorganik lain.
Imbuhan Pakan (Feed additives): Setiap bahan yang tidak lajim dikonsumsi hewan sebagai pakan, yang dengan sengaja ditambahkan, memiliki atau tidak memiliki nilai nutrisi, dapat mempengaruhi karakteristik pakan atau produk hewan. (Catatan: bahan tersebut meliputi microorganisme, enzim, pengatur keasaman, mineral, vitamin, dan bahan lain yang termasuk ke dalam cakupan definisi ini, tergantung pada tujuan penggunaan dan cara pemakaiannya).
Pakan Obat (Medicated feed): Setiap pakan yang mengandung obat hewan sebagaimana ditetapkan dalam Panduan Prosedur Codex Alimentarius Commission.
Bahan-bahan yang tidak diinginkan/Cemaran (undesirable substances): Cemaran-cemaran dan bahan-bahan lain yang terdapat di dalam pakan atau bahan baku pakan yang mengandung resiko terhadap kesehatan konsumen, termasuk keamanan pangan yang terkait dengan isu-isu kesehatan hewan
Nutrisi (nutrition): secara umum dapat dimaknai sebagai suatu proses yang saling berkaitan dan menyangkut aspek pemilihan, konsumsi bahan pakan, pencernaan dan penyerapan nutrien dalam saluran pencernaan, serta metabolisme nutrien dalam sel tubuh untuk berbagai tujuan.
Zat makanan atau nutrien (nutrient): unsur atau senyawa kimia dalam bahan pangan atau pakan yang dapat menunjang reproduksi, pertumbuhan, laktasi atau kebutuhan hidup pokok
Zat makanan atu nutrient: air, protein dan asam amino, karbohodrat, lemak, vitamin dan unsur inorganik atau mineral (Ca, P, Mg, Na, K, Cl, I, Zn, Fe, Cu, Co, Mn, Mo, Se). Energi yang diperlukan ternak dapat disediakan oleh lemak, karbohidrat dan kerangka karbon asam amino.
Zat makanan esensial atau indispensible: zat makanan yang diperlukan keberadaannya dalam ransum dan tidak bisa disintesis dalam tubuh dalam jumlah yang mencukupi.
Kebutuhan nutrient (nutrient requirement): jumlah nutrien yang diserap dan dimetabolisme di dalam sel-sel tubuh untuk kelestarian hidup atau keutuhan alat tubuh (kebutuhan hidup pokok) dan untuk memenuhi tujuan-tujuan produksi yang meliputi kebutuhan untuk reproduksi, pertumbuhan, produksi telur, susu, wol atau produksi tenaga tergantung pada jenis ternaknya (kebutuhan produksi). Kebutuhan nutrien untuk hidup pokok merupakan prioritas utama dalam utilisasi nutrien. Kebutuhan nutrien untuk produksi umumnya dapat dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi.
Defisiensi nutrien: suatu kondisi ketika jumlah suatu atau beberapa nutrient yang dikonsumsi dan diserap tidak mencukupi kebutuhan sehingga menyebabkan penurunan performans produksi atau timbulnya gejala klinisdan bahkan kematian.
Gizi buruk (malnutrition): terjadi akibat kekurangan zat makanan seperti marasmus (defisiensi energi, protein dan zat makanan lainnya), kwashiorkior (defisiensi kualitas atau kuantitas protein), rabun ayam (defisiensi vitamin A), gondok (defisensi iodium), anemia (defisiensi Fe, vitamin B12, atau asam folat), white muscle desease (defisiensi Se), kelainan fisik atau cacat fisik (keracunan Hg, Pb, Cu akibat pencemaran lingkungan).
Gizi berlebih: terjadi akibat kelebihan mengkonsumsi zat makanan seperti kegemukan dengan berbagai resikonya.

KONSUMSI PAKAN
Proses makan (feeding): aktivitas yang komplek, yang meliputi mencari makanan, mengamati, pergerakan, aktifitas sensorik, memakan dan mencerna.
Ad libitum : sistem pemberian pakan yang tidak terbatas
Restricted Feeding: sistem pemberian pakan yang terbatas
CNS (Central Neurvous System) : sistem syaraf pusat
Teori Khemostatik: merupakan teori bahwa hewan makan untuk mencukupi kebutuhan nutrien.
Teori Termostatik: terori bahwa hewan makan untuk mempertahankan temperatur tubuhnya.

SISTEM PENCERNAAN
Pencernaan : proses lanjutan dari pengambilan pakan (feed intake) oleh hewan sebagai persiapan untuk proses penyerapan nutrien yang akan dimanfaatkan lebih lanjut oleh sel tubuh
Karnivora: kelompok hewan pemakan daging (makanan asal hewan), mempunyai gigi taring untuk mencabik makanannya, perutnya tunggal (monogastrik) dan sederhana
Herbivora : kelompok hewan pemakan tumbuhanAlat pencernaan herbivora lebih panjang dan lebih kompleks serta telah mengalami modifikasi yang memungkinkan herbivora dapat menggunakan serat (selulosa dan polisakarida lain seperti hemiselulosa) dalam jumlah reletif banyak
Omnivora: kelompok hewan yang memiliki berperut tunggal. Alat pencernaannya relatif lebih panjang, lebih kompleks dan cecum-colonnya (usus besar) lebih berkembang karena sebagian pakannya adalah nabati yang mengandung serat.
Monogastrik: hewan berperut tunggal dan sederhana. Alat pencernaannya terdiri dari mulut, esophagus, perut, usus halus, usus besar dan rektum. Sistem pencernaannya disebut simple monogastric system.
Poligastrik: hewan berperut ganda (kompleks) seperti ruminansia sejati (hewan yang mempunyai rumen) yaitu sapi kerbau, kambing, domba, rusa, anoa, antelope dan pseudo-ruminant (onta, llama). Sistem pencernaannya disebut pollygastric system.
Regurgitasi: proses pengelaran bolus makanan yang masih kasar kembali ke mulut untuk remastikasi menjadi dikunyah (mamah biak), biasanya dilakukan ternak ruminasia sambil berbaring
Pencernaan hidrolitik atau enzimatis: pencernaan yang dilakukan oleh enzim-enzim pencernaan. Pada pencernaan hidrolitik ini polimer dipecah menjadi monomer, misalnya karbohidrat dipecah menjadi glukosa, atau protein dipecah menjadi asam amino.
Pencernaan fermentatif: Proses pencernaan yang dilakukan atas bantuan mikroba. Pada proses pencernaan fermentatif zat makanan dirombak menjadi senyawa lain yang berbeda sifat kimianya sebagai zat intermediate
Apparent Digestible Coeficient (ADC) : koefisien cerna semu
Digestible Coeficient (ADC): koefisien cerna sejati

ENERGI
Volatile Fatty Acids (VFAs): asam-asam lemak terbang yang merupakan produk perombakan karbohidrat dan merupakan energi utama untuk ruminansia.
Gross Energy (GE) / Energi Bruto (EB): panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dengan bahan makanan dan diukur dengan bobm kalorimeter
Digestible Energy (DE) / Energi Dapat Dicerna (EDD): energi yang dapat dicerna oleh ternak. ED = GE Pakan? GE Feses
Metabolizable Energy (ME) / Energi Termetabolismekan : energi yang dapat dimetaboliemekan. Dihitung dengan cara berikut: ME = GE pakan ? Ge feses dan GE urine, atau ME = DE ? GE urine.- GE metan
Heat Increament (HI): panas yang dikeluarkan selama proses perombakan/ metabolime zat makanan.
Net Energy (NE) : Metabilizable Energy ? Heat Increament. ME ? HI

PROTEIN
Protein nutrien yang terdiri dari satu atau lebih ikatan asam amino. Protein ini disebut juga polypeptide sebab beberapa asam amino saling berikatan dalam ikatan peptide.
Biological Value: pengukuran langsung bagian protein yang bisa digunakan oleh hewan untuk mensintesis jaringan tubuh dan senyawa-senyawa lain yang di definisikan sebagai bagian nitrogen yang diabsorpsi oleh hewan.
Net Protein Utilization (NPU): perbedaan antara nitrogen pada karkas ayam yang diberi protein test dan nitrogen karkas pada ayam yang diberi ransum bebas nitrogen.
Protein Retention Efficiency (PRE):Penilaian kualitas protein berdasarkan banyaknya protein yang dibentuk dari protein yang dikonsumsi.
Non Protein Nitrogen (NPN): nitrogen yang bukan protein, misalnya urea, amonia, amida.

MINERAL
Mineral Makro: mineral yang dibuthkan dalam jumlah banyak, antara lain Ca, P, K, Na, Cl, S dan Mg.
Mineral Mikro: mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, antara lain Fe, Za, Cu, Mo, Se, I, Mn, Co, Cr, Sn, V, F, Si, Ni dan As.

VITAMIN
Vitamin adalah senyawa organik yang merupakan komponen yang terdapat didalam makanan dengan jumlah sedikit
Provitamin adalah senyawa yang tidak termasuk vitamin tetapi dapat diubah menjadi vitamin
Antivitamin disebut juga vitamin antagonis atau pseudovitamin yaitu senyawa yang tidak berfungsi sebagai vitamin, tetapi secara kimia berhubungan dengan aktivitas biologi vitamin.

KEBUTUHAN AIR
Air metabolis: adalah air hasil oksidasi komponen organik dalam sel
Water turnover: adalah kecepatan air dikeluarkan dan digantikan dalam jaringan

ANTINUTRISI
Phytat merupakan salah satu non polysaccharida dari dinding tanaman seperti silakat dan oksalat
Tannin adalah senyawa phenolic yang larut dalam air. Dengan berat molekul antara 500 ? 3000,tannin bisa mengendapkan protein dari larutan
Protease inhibitor adalah senyawa yang bisa menghambat trypsin dan chymotripsin dan umumnya pada tanaman mengandung konsentrasi yang rendah kecuali kedele
Cyanogenic glycoside, cyanoglycosida atau cyanogen adalah senyawa yang apabila diperlakukan asam dan diikuti dengan hidrolisis oleh enzim tertentu akan melepaskan hydrogen cyanida (HCN).
Non-starch polysaccharide (NSP) adalah karbohidrat komplek yang terlihat di endosperm dinding sel dari biji cereal
Mycotoksin adalah metabolit sekunder diproduksi oleh jamur yang tumbuh pada kondisi tertentu

DEDAK PADI
Dedak padi (hu’ut dalam bahasa sunda) merupakan hasil sisa dari penumbukan atau penggilingan gabah padi. Dedak tersusun dari tiga bagian yang masing masing berbeda kandungan zatnya.Ketiga bagian tersebut adalah:
  • Kulit gabah yang banyak mengandung serat kasar dan mineral
  • Selaput perak yang kaya akan protein dan vitamin B1, juga lemak dan mineral.
  • Lembaga beras yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat yang mudah dicerna.
Berhubung dedak merupakan campuran dari ketiga bagian tersebut diatas maka nilai/martabatnya selalu berubah-ubah tergantung dari proporsi bagian-bagian tersebut.
Menurut kelas nilainya, dedak dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
  • Dedak Kasar
    Adalah kulit gabah halus yang bercampur dengan sedikit pecahan lembaga beras dan daya cernanya relatif rendah.
    Analisa kandungan nutrisi: 10.6% air, 4.1% protein, 32.4% bahan ekstrak tanpa N, 35.3% serat kasar, 1.6% lemak dan 16% abu serta nilai Martabat Pati 19
    Sebenarnya dedak kasar ini sudah tidak termasuk sebagai bahan makanan penguat (konsentrat) sebab kandungan serat kasarnya relatif terlalu tinggi (35.3%)
  • Dedak halus biasa
    Merupakan hasil sisa dari penumbukan padi secara tradisional (disebut juga dedak kampung). Dedak halus biasa ini banyak mengandung komponen kulit gabah, juga selaput perak dan pecahan lembaga beras. Kadar serat kasarnya masih cukup tinggi akan tetapi sudah termasuk dalam golongan konsentrat karena kadar serat kasar dibawah 18%. Martabat Pati nya termasuk rendah dan hanya sebagian kecil saja yang dapat dicerna.
    Analisa nutrisi: 16.2% air, 9.5% protein, 43.8% bahan ekstrak tanpa N, 16.4% serat kasar, 3.3% lemak dan 10.8% abu serta nilai Martabat Pati (MP) nya 53
  • Dedak lunteh
    Merupakan hasil ikutan dari pengasahan/pemutihan beras (slep atau polishing beras). Dari semua macam dedak, dedak inilah yang banyak mengandung protein dan vitamin B1 karena sebagian besar terdiri dari selaput perak dan bahan lembaga, dan hanya sedikit mengandung kulit. Di beberapa tempat dedak ini disebut juga dedak murni.
    Analisa nutrisi: 15.9% air, 15.3% protein, 42.8% bahan ekstrak tanpa N, 8.1% serat kasar, 8.5% lemak, 9.4% abu serta nilai MP adalah 67.
  • Bekatul
    Merupakan hasil sisa ikutan dari pabrik pengolahan khususnya bagian asah/slep/polish. Lebih sedikit mengandung selaput perak dan kulit serta lebih sedikit mengandung vitamin B1, tetapi banyak bercampur dengan pecahan-pecahan kecil lembaga beras (menir). Oleh sebab itu masih dapat dimanfaatkan sebagai makanan manusia sehingga agak sukar didapat.
    Analisa nutrisi: 15% air, 14.5% protein, 48.7% lemak dan 7.0% abu serta nilai MP adalah 70.
Dalam perdagangan harus cukup teliti dan waspada karena dedak sering dipalsukan dengan mencampur kulit gabah (dedak kasar) yang telah digiling halus ke dalam dedak halus, lunteh atau bekatul.

A Story About Friends

One day, when I was a freshman in high school, I saw a kid from my class was walking home from school. His name was Kyle. It looked like he was carrying all of his books. I thought to myself, "Why would anyone bring home all his books on a Friday? He must really be a nerd." I had quite a weekend planned (parties and a football game with my friend tomorrow afternoon), so I shrugged my shoulders and went on. As I was walking, I saw a bunch of kids running toward him.They ran at him, knocking all his books out of his arms and tripping him so he landed in the dirt.

His glasses went flying, and I saw them land in the grass about ten feet from him. He looked up and I saw this terrible sadness in his eyes. My heart went out to him. So, I jogged over to him and as he crawled around looking for his glasses, and I saw a tear in his eye. As I handed him his glasses, I said, "Those guys are jerks. They really should get lives." He looked at me and said, "Hey thanks!" There was a big smile on his face. It was one of those smiles that showed real gratitude. I helped him pick up his books, and asked him where he lived. As it turned out, he lived near me, so I asked him why I had never seen him before. He said he had gone to private school before now. I would have never hung out with a private school kid before. We talked all the way home, and I carried his books. He turned out to be a pretty cool kid. I asked him if he wanted to play football on Saturday with me and my friends. He said yes. We hung all weekend and the more I got to know Kyle, the more I liked him. And my friends thought the same of him. Monday morning came, and there was Kyle with the huge stack of books again. I stopped him and said, "Damn boy, you are gonna really build some serious muscles with this pile of books everyday!" He just laughed and handed me half the books. Over the next four years, Kyle and I became bestfriends.

When we were seniors, we began to think about college. Kyle decided on Georgetown, and I was going to Duke. I knew that we would always be friends, that the miles would never be a problem. He was going to be a doctor, and I was going for business on a football scholarship. Kyle was valedictorian of our class. I teased him all the time about being a nerd. He had to prepare a speech for graduation.I was so glad it wasn't me having to get up there and speak. Graduation day, I saw Kyle. He looked great. He was one of those guys that really found himself during high school.He filled out and actually looked good in glasses. He had more dates than me and all the girls loved him! Boy, sometimes I was jealous. Today was one of those days. I could see that he was nervous about his speech. So, I smacked him on the back and said, "Hey, big guy, you'll be great!" He looked at me with one of those looks (the really grateful one) and smiled. "Thanks," he said.

As he started his speech, he cleared his throat, and began. "Graduation is a time to thank those who helped you make it through those tough years. Your parents, your teachers, your siblings, maybe a coach... but mostly your friends. I am here to tell all of you that being a friend to someone is the best gift you can give them. I am going to tell you a story." I just looked at my friend with disbelief as he told the story of the first day we met. He had planned to kill himself over the weekend. He talked of how he had cleaned out his locker so his Mom wouldn't have to do it later and was carrying his stuff home. He looked hard at me and gave me a little smile. "Thankfully, I was saved. My friend saved me from doing the unspeakable." I heard the gasp go through the crowd as this handsome, popular boy told us all about his weakest moment. I saw his Mom and dad looking at me and smiling that same grateful smile. Not until that moment did I realize it's depth. Never underestimate the power of your actions. With one small gesture you can change a person's life. For better or for worse.

Sifat-sifat Asam, Basa dan Garam

Asam, basa dan garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam bersifat masam dan basa berasa agak pahit. Akan tetapi rasa sebaiknya jangan dipergunakan untuk menguji adanya asam atau basa, karena Anda tidak boleh begitu saja mencicipi zat-zat kimia yang belum dikenal karena banyak diantaranya yang bersifat racun atau bersifat korosif. 

1. Asam dan Basa dapat Dibedakan dari Rasa dan Sentuhan
Apa yang terdapat dalam pikiran Anda ketika mendengar kata asam? Apakah Anda berpikir pada suatu benda yang rasanya masam atau asam adalah suatu zat yang dapat membakar kulit Anda dan melarutkanlogam? Semua itu tergantung dari sifat khas beberapa asam.Pernahkah Anda membersihkan saluran yang tersumbat dengan pembersih saluran? Meminum obat anti maag (antasid) untuk mengatasi gangguan sakit perut dan merasakan licinnya sabun? Hal ini berarti Anda telah berpengalaman dengan sifat kimia basa.

Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu (Gambar 13). Sebaliknya, basamempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa sebaiknya jangan digunakan untukmenguji adanya asam dan basa, karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.
Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran. 

Asam juga merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan asam klorida. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pengilangan minyak, pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan untuk pembuatan asam lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen. Namun, sangat  disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di danau-danau dan aliran sungai.

Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap HCl  dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia.

Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Produk rumah tangga apa yang mengandung basa? Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa, antara lain deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida, Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa  tepung kristal putih yang mudah larut dalam air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat,  sehingga sangat mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak digunakan sebagai pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.

Klasifikasi Protein


Owh…Ternyata protein itu ada jenis-jenisnya... Mari kita lihat macam-macam protein itu...

1. Protein Sruktural
Jenis protein yang ini berfungsi sebagai pendukung. Sebagai contoh serangga dan laba-laba menggunakan serat sutra, masing-masing untuk membentuk kokon dan sarangnya. Kolagen dan elastin menyediakan suatu struktur serat dalam jaringan ikat hewan, seperti tendaon dan ligamen. Keratin adalh protein rambut, tanduk, bulu dan tempelan lain pada kulit.

2. Protein Cadangan
Pernah memakan putih telur??
Bo’ong banget kalo’ belum pernah makan makanan jenis ini. Na… putih telur yang nama latinnya adalah ovalbumin adalah salah satu contoh dari protein cadangan. Ovalbumin digunakan sebagai sumber asam amino bagi embrio yang sedang berkembang. Contoh lain dari protein jenis ini adalah kasein, yaitu protein susu yang merupakan sumber utama asam amino untuk bayi mamalia. Dan ternyata tumbuhan juga mengandung protein cadangan yaitu aleuron, cadangan protein dalam biji.

3. Protein Transpor
Apaan nih… ada bayangan ketika disebutkan protein transpor???
Fungsi dari protein ini sesuai dengan namanya yakni mengankut substansi lain. Yang setiap hari mengankut oksigen dalam tubuh kita ya protein jenis ini. Hemoglobin jenis protein yang mengandung besi dalam darah vertebrata. Dan protein transpor lainnya yang mengankut molekul melewati membran sel.

4. Protein Hormonal
Hormon dalam tubuh kita yang dihasilkan oleh kelenjar endrokin, adalah jenis protein yang mengoordinasi aktivitas organisme, tentunya bekerja sama dengan sistem saraf dan sistem indra.

5. Protein Reseptor
Kurang tenar si, jenis protein ini, namun fungsi yang sangat penting lho…
Dalam sistem koordinasi saraf, reseptor yang ada dalam membran sel neuron berfungsi sebagai pendeteksi sinyal kimiawi yang dilepaskan oleh neuron-neuron lainnya. Karena fungsi dasar protein ini merespon terhadap rangsang kimiawi

6. Protein Kontraktil
Protein penyusun otot kita, dua protein yang selalu berpasangan yaitu protein aktin dan miosin. Jenis protein kontraktil yang lain adalah mikrotubul yang bertangung jawab dalam pergerakan silia dan flagela.

7. Protein Pertahanan
Ketika terkena jarum dan terserang virus-virus jahat yang dapat membuat kita sakit, tentunya tubuh kita sudah punya anti-virusnya,. Lebih canggih dari AVG atau Avira, bahkan jenis-jenis anti-virus lainnya. Protein pertahananlah yang membentuk anti-virus ini. Membentuk antibodi yang ampuh melindungi tubuh dari serangan berbagai jenis penyakit. Nggak Cuma virus doang…
Pada hewan protein ini dapat pula digolongkan sebagai protein racun –pertahanan diri- contohnya: bisa pada ular berbisa dan kalajengking. Selain itu dapat ditemukan pada jamur Amanita verna.

8. Protein Enzimatik
Fungsi enzim dalam tubuh sebagai biokatalisator yaitu mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh tanpa mengubah komposisinya. Banyak protein enzim dalam tubuh kita, yang paling terkenal adalah protein enzim yang berperan dalam proses pencernaan. Ex; amilase, lipase, enterokinase, pepsin, renin.

PAHLAWAN TANPA LENCANA

Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah
Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan
Renungan hanya untuk sebuah kejayaan
Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan
Tiada lafaz seindah tutur katamu
Tiada penawar seindah senyuman mu
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Menabur benih kasih tanpa rasa lelah

Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu

Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau  langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana.

Puisi untuk IBU

by Fahrizal Nurjulianto

Ibu...
Adalah wanita yang telah melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Mendidikku
Hingga diriku telah dewasa

Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Adalah wanita yang penuh perhatian
Bila aku sakit
Bila aku terjatuh
Bila aku menangis
Bila aku kesepian

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
Aku yang selalu menyita perhatianmu
Aku yang telah menghabiskan air susumu
Aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu
Tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
Juga kepada Ayah...!!!

 
Fahrizal Nurjulianto © 2012 | Template By Fahrizal Nurjulianto