Saat-Saat Terakhir

Hari ini adalah hari yang indah bagiku
Mentari pagi yang cerah membangunkanku dari tidurku
Kicauan burung-burung menyambutku dengan riang
Udara pagipun membuaiku dalam kehangatan


Aku berharap hari ini dapat aku jalani dengan baik
Tanpa halangan yang khan membuat beban bagi sisa hidupku yang pendek ini
Tak pernah aku berfikir tuk menghindar dari takdir
Yang ada aku terus menjalani semua hal yang telah terjadi


Semoga apa yang aku lakukan hari ini dapat bermanfaat bagi orang lain
Dan semoga saat aku tak lagi terbangun esok pagi,,,
Takkan ada orang yang terlalu merasa kehilangan diriku...


Aku hanya dapat mengucapkan...
Selamat tinggal keluargaku...
Selamat tinggal saudara-saudaraku...
Selamat tinggal dunia...
Selamat tinggal semua...

Aku khan pergi jauh meninggalkan kalian...
Do'akan agar jalanku akan terbuka tuk kembali ke Sisi-Nya...

PAHLAWAN TANPA LENCANA

Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah
Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan
Renungan hanya untuk sebuah kejayaan
Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan
Tiada lafaz seindah tutur katamu
Tiada penawar seindah senyuman mu
Tiada hari tanpa sebuah bakti
Menabur benih kasih tanpa rasa lelah

Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu

Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau  langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana.

Puisi untuk IBU

by Fahrizal Nurjulianto

Ibu...
Adalah wanita yang telah melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Mendidikku
Hingga diriku telah dewasa

Ibu...
Adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
Tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
Tatkala perutku terasa lapar dan haus
Tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
Adalah wanita yang penuh perhatian
Bila aku sakit
Bila aku terjatuh
Bila aku menangis
Bila aku kesepian

Ibu...
Telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
Terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
Terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
Terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
Terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
Aku yang selalu menyita perhatianmu
Aku yang telah menghabiskan air susumu
Aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
Engkau menangis karena aku
Engkau sedih karena aku
Engkau menderita karena aku
Engkau kurus karena aku
Engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
Jasamu tiada terbalas
Jasamu tiada terbeli
Jasamu tiada akhir
Jasamu tiada tara
Jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
Hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
Karena jasamu
Tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
Atas rasa cintaku padamu

Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH
Juga kepada Ayah...!!!

⇨
 
Fahrizal Nurjulianto © 2012 | Template By Fahrizal Nurjulianto