Penyakit Usus Buntu

Ilustrasi Usus Buntu


Apa Itu Penyakit Usus Buntu ?
Usus buntu sendiri sebenarnya bukanlah nama penyakit namun adalah organ tubuh yakni sebuah kantung yang terkoneksi pada usus penyerapan dan bagian kolon yang naik dari usus besar. Organ usus buntu ada pada mamalia termasuk manusia, burung dan beberapa reptil. Usus buntu disebut juga sebagai sekum atau dalam bahasa Latin disebut ‘caecus’. Pada makhluk hidup herbivora, usus buntunya berukuran besar, sedangkan pada makhluk hidup karnivora mempunya usus buntu yang berukuran kecil atau digantikan dengan umbai cacing.
Organ usus buntu memiliki fungsi sebagai organ imunologik dan berperan aktif dalam sekresi immunoglobulin atau semacam suatu kekebalan tubuh yang berisi kelenjar limfoid.

Penyakit / Radang Usus Buntu
Nah, penyakit usus buntu sendiri disebut sebagai peradangan usus buntu atau penyakit usus buntu. Nama ilmiahnya Appendicitis karena usus buntu juga disebut sebagai Appendix. Penyakit usus buntu adalah keadaan dimana usus buntu telah mengalami peradangan dan hal ini menyebabkan usus buntu memiliki risiko tinggi untuk pecah. Penyakit ini termasuk penyakit serius karena jika dibiarkan dapat mengancam kehidupan penderitanya. Meskipun begitu, gejala penyakit usus buntu memang sangat umum sehingga kadang tidak diketahui oleh penderitanya hingga gejala-gejalanya bertambah parah. Nah oleh karena itu, seseorang yang mengalami penyakit usus buntu sebaiknya segera menghubungi dokter dan mendapatkan perawatan medis yang memadai. Apalagi jika dia sudah mengidap penyakit usus buntu di atas 3 hari maka bahkan diperlukan operasi.

Tanda-tanda & Gejala Usus Buntu
Maka dari itu, diperlukan pengetahuan mengenai tanda-tanda dan gejala usus buntu agar bisa mengantisipasinya agar memperoleh perawatan medis yang sesuai. Nah, berikut ini beberapa gejala dan tanda penyakit usus buntu:

1. Terdapat rasa nyeri di bagian pusar
Penyakit usus buntu pada umumnya terjadi pada sisi kanan bawah perut. Oleh karena itu, tanda pertama yang terjadi adalah rasa tidak nyaman pada bagian pusar kemudian berpindah ke perut bagian kanan bawah. Rasa sakit tersebut pun akan semakin terasa ketika penderita memindahkan kaki, tersentak saat berkendara atau ketika bersin.

2. Rasa nyeri memburuk
Rasa nyeri tersebut bahkan dapat membangunkan penderita yang sedang tidur. Tingkah rasa nyerinya pun sangat cepat bertambah dalam hitungan jam.

3. Mengalami demam dan menggigil
Gejala penyakit usus buntu hampir mirip dengan sakit perut yakni demam dan menggigil. Namun, jika lebih dari 39 derajat celcius dan rasa nyeri di perut bahkan membuat penderita tidak bisa berdiri, maka kemungkinan besar dia menderita penyakit usus buntu.

4. Diare atau konstipasi
Terdapat rasa sakit di bagian perut kanan bawah dan diare yang diikuti dengan banyak lendir, maka segeralah ke dokter.

5. Mengalami perut kembung namun sulit buang gas
Jika selepas bangun dari tidur, Anda bangun dengan rasa sakit, kemudian perut sering kembung namun sulit untuk buang gas dan sering merasa nyeri usus.

Anda pun dapat mengecek apakah benar ada kemungkinan terjadinya penyakit usus buntu dengan cara menekan bagian bawah perut. Jika Anda merasakan sakit ketika mencoba melepas tekanan maka kemungkinan besar Anda menderita penyakit usus buntu, apalagi jika Anda mengalami gejala-gejala usus buntu yang telah disebutkan di atas. Jika sudah begitu, akan jauh lebih baik jika Anda segera pergi ke dokter dan berkonsultasi agar menjadi jelas apakah Anda menderita penyakit usus buntu atau tidak. Dengan begitu, Anda pun bisa mengambil langkah perawatan medis lebih awal agar tidak sulit untuk menyembuhkan penyakit usus buntu yang diderita.

Sistem Pencernaan Pada Hewan Memamah Biak


     Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat, yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa.

     Jika dibandingkan dengan kuda, faring pada sapi lebih pendek. Esofagus (kerongkongan) pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi (mernbesar). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm.

     Lambung sapi sangat besar, diperkirakan sekitar 3/4 dari isi rongga perut. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamah kembali (kedua kah). Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian.


     Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasum 7-8%. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi.

     Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Di rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Dari rumen, makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus). Bolus akan Jimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Dari mulut makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke ornasum. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus. Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum, yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim.

     Selulase yang dihasilkan oleh mikroba (bakteri dan protozoa) akan merombak selulosa menjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteri tidak tahan hidup di abomasum karena pH yang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati, namun dapat dicernakan untuk menjadi sumber protein bagi hewan pemamah biak. Dengan demikian, hewan ini tidak memerlukan asam amino esensial seperti pada manusia.

     Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapi untuk fermentasi selulosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung. Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yakni pada sekum. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.

     Pada kelinci dan marmut, kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan kembali. Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan, yang akan dicernakan lagi oleh kelinci.

     Sekum pada pemakan tumbuh-tumbuhan lebih besar dibandingkan dengan sekum karnivora. Hal itu disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan proses pencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaan berlangsung dengan cepat.

     Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa).

     Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.

   Tidak tertutup kemungkinan bakteri yang ada di sekum akan keluar dari tubuh organisme bersama feses, sehingga di dalam feses (tinja) hewan yang mengandung bahan organik akan diuraikan dan dapat melepaskan gas CH4 (gas bio).

ANALISIS BIOMEKANIKA CABANG OLAHRAGA FUTSAL (PASSING)


            I. Sejarah Futsal
            Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”.
            Menurut FIFA, asal mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang Ia susun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Lalu Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama Ia tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit, Ia memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang.
            Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas.

            II. Peraturan Futsal
Lapangan permainan:
1.      Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m.
2.      Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan.
3.      Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos.
4.      Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang.
5.      Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang.
6.      Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan.
7.      Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m.
8.      Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif.

            Bola:
1.      Ukuran: #4
2.      Keliling: 62-64 cm
3.      Berat: 390-430 gram
4.      Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5.      Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

            Jumlah pemain:
1.      Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.      Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3.      Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.      Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
5.      Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

            Perlengkapan pemain:
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet

            Lama permainan:
1.      Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2.      Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3.      Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

B.     RUMUSAN MASALAH
I.         Kenapa kita perlu mempelajari biomekanika di bidang olahraga?
II.      Kenapa kita menerapkan biomekanika khususnya dalam cabang olahraga futsal?

C.    TUJUAN
1.      Mengetahui manfaat mempelajari biomekanika di dalam cabang olahraga futsal
2.      Mengetahui seberapa besar manfaat biomekanika dalam penerapan gerak pada cabang olahraga khususny futsal



BAB II
PEMBAHASAN

            Teknik Dasar Bermain Futsal
futsal atau bola mini merupakan salah satu olah raga yang di gemari oleh semua kalangan karena cara bermain lebih simple dan dilakukan ditempat tertutup. Namun ada beberapa yang perlu dilakukakan dengan keahlian khusus. Berikut teknik-teknik dasar dalam futsal yang mutlak harus di kuasai oleh setiap pemain futsal:
1.        Kontrol Bola
Teknik mengontrol bola dalam permainan futsal dapat dilakukan dengan menggunakan kaki dalam, kaki luar dan telapak kaki sebelah depan memanfaatkan sol sepatu. Teknik mengontrol bola dengan sol dalam futsal sangat penting sehingga harus dikuasai oleh setiap pemain.
2.        Passing/Pengumpan
Operan bisa dilakukan dengan menggunakan beragam sisi kaki. mau memakai kaki dalam, kaki luar, ujung kaki, tumit, atau sisi bawah tidak ada yang salah. Namun yang paling baik adalah menggunakan kaki dalam dengan arah mendatar. Pasalnya, operan ini memiliki akurasi paling baikdi banding yang lainnya. Termasuk umpan panjang yang menyusur lapangan. dan juga yang paling penting ketepatan mengoper bola pad kawan.

            A. TEKNIK DASAR PASSING
            Dalam futsal ada beberapa elemen dasar yang harus dipahami ketika bermain futsal, secara umum, tidak berbeda jauh dengan bermain sepak bola konvensional. Namun ada beberapa yang perlu dilakukakan dengan keahlian khusus. Berikut teknik-teknik dasar dalam futsal yang mutlak harus di kuasai oleh setiap pemain futsal:

1. Passing
            Dalam mengoper bola kepada teman, disahakan dengan kaki bagian dalam disahakan bola cukup kencang. Karena lapangan rumput futsal relatif kecil, apabila passing terlalu lambat akan sangat mudah dipotong oleh lawan. Bola futsal lebih bantet (pantulan tidak terlalu besar dibanding bola lapangan besar), sehingga sekencang apapun passing dari teman masih memungkinkan untuk dikontrol.

2. Menconcong Bola
            Mencocong adalah menendang bola namun menggunakan ujung kaki/sepatu. Biasanya bila kita sudah berhadapan dengan kiper, saat posisi kita kurang bagus untuk melakukan shoot (karena posisi bola sudah terlalu ke depan), maka menconcong bola akan mencari salah satu cara efektif untuk menghasilkan gol. Karena dengan teknik ini, bola akan melesat cukup kencang (seperti di shooting), dan bola juga akan tetap bergerak lurus. Beda dengan bola lapangan besar, apabila diconcong maka larinya bola akan tidak terkontrol.
3. Tips mencetak gol
            Karena gawangnya kecil dan celah nyetak ga besar.. usahakan bola ngeluncur seperti pisang tp mendatar. bila dari sisi samping kita giring bola ke tengah sebelum nyampe ditengah langsung tendang aja.. klo dari kanan lawan berarti nendang ke pojok kiri kiper.
4. Jaga stamina
            Lapangan futsal relatif kecil, baik itu lapangan indoor/outdoor biasa maupun lapangan yang menggunakan rumput sintesis tapi kadang kita terlalu asyik lari kesana kemari sehingga terlalu banyak gerak yg mengakibatkan kita cepet lelah. Lebih baik ada pembagian yang tertata dalam menyerang ataupun bertahan.
            Dalam permainan futsal tentunya sering kali melakukan umpan, dan jika kita dapat melakukannya dengan baik sehingga kawan akan mudah menerimanya.
Tipe Passing berdasarkan jarak terbagi dalam 3 jenis, yaitu:
3.         Jarak pendek (short pass) natara 0 meter sampai dengan 4 meter atau 10-12 feet
4.         Jarak menengah (medium pass) 4 meter sampai dengan 10 meter atau 10-30 feet
5.         Jarak jauh (long pass) diatas 10 meter atau lebih dari 30 feet

            Mengumpan adalah merupakan salah satu tekhnik dasar permainan futsal yang sangat dibutuhkan oleh setiap pemain, karena dengan adanya lapangan yang rata dan ukuran lapangan yang kecil dibutuhkan passing yang keras dan akurat karena bola yang meluncur sejajar dengan tumit pemain, sebab hampir sepanjang permainan futsal menggunakan passing. Untuk menguasai keterampilan passing diperlukan penguasaan gerakan sehingga sasaran yang diinginkan tercapai.
            Keberhasilan mengumpan ditentukan oleh kualitasnya, 3 hal dalam kualitas mengumpan:
1.      Keras
2.      Akurat
3.      Mendatar

            Perlu diketahui bahwa perkenaan (impact) kaki denagn bola menentukan arahnya, arah dari bola tergantung dari bagian mana bola yang bersentuhan denagn kaki. Berikut ini jalannya bola sesuai dengan lokasi yang dikenai:
1.      Bola bergulir mendatar kearah kanan penendang
2.      Bola bergulir mendatar lurus kearah depan penendang
3.      Bola bergulir mendatar kearah kiri penendang
4.      Tidak ada pergerakan bola
5.      Bola bergulir keatas dengan putaran bola kebelakang pabila bola ditendang bagian bawahnya bola akan melambung, bila bola ditendang pada bagian tengahnya maka bola akan berjalan mendatar dan apabila bola ditendang pada bagian sebelah kiri maka akan bergulir disebelah kanan atau sebaliknya.

            Yang perlu diperhatikan dalam mengumpan dengan menggunakan kaki bagian dalam antara lain:
1.      Tempatkan kaki tumpu disamping bola
2.      Pada saat mengumapan selalu lihat bola
3.      Gunakan kaki bagian dalam untuk mengumpan
4.      Perhatiakan kaki ayun (kaki yang akan digunakan untuk mengumpan)
5.      Ayun kaki dari arah belakang sekuat-kuatnya kearah depan
6.      Angkat tangan kedepan untuk menjaga keseimbangan
7.      Kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola agar lebih kuat
8.      Pada saat sentuhan (impact) kaki bagian dalam dari atas diarahkan ketengah bola (jantung) dan ditekan kebawah agar bola tidak melambung
9.      Diteruskan dengan gerakan lanjutan, dimana setelah sentuhan dengan bola dalam mengumpan ayunan kaki jangan dihentikan

            Peranan passing sangat penting dalam permainan futsal dikarenakan dua alasan, pertama kesempatan mengolah bola sehingga daerah pertahanan lawan terbuka, kedua mempertahankan bola agar tetap berada dalam penguasaan tim. Jika kondisi tersebut terjadi maka kendali permainan dapat dikuasai. Passing yang akurat dan tepat akan memberikan peluang terjadinya skor bagi timnya. Agar bola dalam jangkauan untuk melakukan tembakan maka operan yang akurat.
            Kegiatan pelatihan dan pembinaan cabang olahraga futsal merupakan suatu proses yang kompleks dan sebuah rangkaian sistem yang tak dapat berdiri sendiri hanya satu keilmuan saja. Oleh karena itu pembinaan olahraga harus ditunjang oleh berbagai disiplin ilmu antara lain: Biomekanika, anthopometri, fisiologi, belajar gerak dan kepelatihan. Dengan demikian diharapkan dapat dicapai hasil yang maksimal sesuai dengan kualitas dan kapasitas fisik yang dimiliki. Untuk itu diperlukan pembinaan olahraga yang menggunakan pendekatan ilmiah, yang ditetapkan oleh para pelatih atau Pembina dalam proses pelatihannya.
            Seorang pembina harus memiliki pengetahuan tentang ilmu biomekanika dalam penyusunan program latihan, baik secara mikro ataupun makro yang diwujudkan dalam metode latihan dan diterapkan dalam sesi latihan. Mempelajari suatu teknik menjadi bagian sangat penting dalam proses latihan dimana harus mengkolaboarasikan berbagai bidang ilmu. Seorang pembina harus mampu mengidentifikasi segmen-segmen dalam suatu rangkaian gerak teknik tertentu.
            Kajian biomekanika harus dilakukan oleh pembina olahraga dalam mempelajari teknik tertentu baik teknik dasar, menengah maupun teknik tingkat tinggi. Dalam cabang olahraga permainan futsal dikategorikan dalam keterampilan yang sangat kompleks, sebab dalam melakukan gerakan permainan harus melibatkan semua segmen otot dan sendi secara efektif dan efisien yang dilakukan secara benar.
            Mengingat begitu pentingnya permainan futsal maka kami selaku mahasiswa program studi Pendidikan Olahraga (S-2) Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta mencoba menganalisis gerakan teknik passing yang didasarkan pada kajian secara biomekanika.


            B. ANALISIS BIOMEKANIKA GERAKAN PASSING

1.        FORCES
            No Komponen Biomekanika Ada Moment Kejadian Anggota Tubuh Analisis
1.      1 Forces/gaya yang di gunakan √ Saat menendang bola Tungkai, kaki Proses dari saat awalan, menendang bola, gerak lanjutan
2.      2 Vector/arah gaya √ Gerakan menendang Tungkai, kaki Arah gaya yang terjadi searah dengan arah ayunan tungkai
3.      3 Internal Forces/tenaga dari dalam √ Ayunan tungkai Tungkai, kaki Menendang bola yang tadinya diam kemudian bergerak lurus searang ayunan tungkai
4.      4 Compressive Forces/gaya tekan √ Tumbukan kaki dengan bola Kaki Saat tumbukan kaki degan bola hingga gerakan lanjutan.


2.        LINEAR KINEMATICS
No Komponen Biomekanika Ada Moment kejadian Anggota tubuh/letak Analisis
1.      Linear Motion/gerak lurus
2.      Rectilinear Translation/gerak lurus beraturan
3.      Curvilinear Translation/gerak kurva (Ayunan tungkai Pinggang Gerakan mengayunkan tungkai dari awalan hingga gerakan lanjutan)
4.      Angular Motion/gerak melingkar (Ayunan tungkai Pinggang Gerakan mengayunkan tungkai dari awalan hingga gerakan lanjutan)
5.      General Motion/gerak secara umum (Semua rangkaian gerakan passing Pinggang, tungkai, lutut, engkel, kaki Secara keseluruhan gerakan passing mulai dari awal sampai akhir)
6.      Position/posisi (Posisi awalan, posisi menendang bola, posisi setelah menendang bola, Pinggang, tungkai, lutut, engkel, kaki Posisi diam, awalan berlari, ayunan tungkai, menendang bola, gerakan lanjutan)
7.      Distance Traveled/jarak perubahan (Dari posisi diam sampai gerakan lanjutan Pinggang, tungkai, lutut, engkel, kaki Perubahan jarak terjadi mulai dari posisi awalan sampai gerakan lanjutan)
8.      Displacement (Dari posisi siap sampai menendang bola Pinggang, tungkai, lutut, engkel, kaki Posisi siap dilanjutkan gerakan passing dan diakhiri dengan gerakan lanjutan)
9.      Resultante Displacement/perubahan posisi (Dari posisi diam di tempat sampai melangkahkan kaki kedepan Tungkai, kaki Sikap berdiri dalam posisi diam di tempat, kemudian berlari sambil mengayunkan tungkai untuk menendang bola hingga terjadi perubahan posisi dari diam menjadi berubah karena ada ayunan dan langkah kaki ke depan)
10.  Speed/kecepatan (Laju bola Tungkai, kaki Terjadi kecepatan bergeraknya bola setelah di tendang sampai diterima oleh rekan satu tim)
11.  Velocity/percepatan (Bergeraknya bola yang masihdiam di lapangan sampai di tendang dengan kaki Tungkai, kaki Bola yang masih diam di lapangan bergerak ke depan karena di tendang, kemudian terjadi percepatan ketika bola mendapat benturan dari kaki).


3.        LINEAR KINETICS
No Komponen Biomekanika Ada Moment kejadian Anggota tubuh/letak Analisis
1.      1 Newton's Law I/hukum newton1 (Bola dari posisi diam sampai bergerak Tungkai, kaki Bola yang masih diam di lapangan sampai ada sampai gaya yang bekerja pada bola tersebut yaitu dengan di tendang oleh kaki maka bola tersebut bergerak ke depan)
2.      2 Newton's Law II/hkm newton 2
3.      Rectilinear Translation/gerak lurus beraturan
4.      3 Gravitational Acceleration/ perubahan kecepatan grafitasi
5.      Curvilinear Translation/gerak kurva

Manfaat Wudhu

Sebagai seorang muslim sebelum melakukan sholat, maka diwajibkan untuk berwudhu. Adapun keuntungan atau terapi yang di dapatkan dari berwudhu menurut beberapa penelitian ternyata bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Wudhu memberi manfaat antara lain : meningkatkan tekanan darah, menambah gerakan jantung, menambah jumlah sel-sel darah merah, mengaktifkan pertukaran (sirkulasi) dalam tubuh, menambah kadar oksigen, serta memperbanyak kadar CO2 ( Carbon dioksida ) yang keluar, serta masih banyak manfaat lainnya.
Peneliti bernama Muhammad Salim dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariah dengan studinya tentang manfaat medis yang digali dari ibadah wudhu mengatakan, orang yang tidak berwudhu warna hidung mereka memudar dan berminyak, kotoran debu lebih ke dalam. Rongga hidung memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-orang yang teratur berwudhu, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih dan tidak ada debu. Menurut pengamatan melalui mikroskop, hidung orang-orang yang tidak berwudhu merupakan tempat pertumbuhan kuman dalam jumlah besar yang cepat penularannya. Adapun orang yang selalu berwudhu hidung mereka tampak bersih dari kuman.
Penelitian itu juga menjelaskan pentingnya memasukkan air ke hidung sekali saja ketika berwudhu karena dapat membersihkan hidung dari separuh kuman. Sedangkan memasukkan air dua kali, dapat menambah 1/3 kebersihan. Jika memasukkannya sampai tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari kuman. Hikmah tersebut memperkuat sabda Rasulullah “Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (mengambil air ke hidung) kecuali jika kamu berpuasa”.
Secara ilmiah hidung terjaga bersih selama 3 sampai dengan 5 jam, kemudian kotor kembali, yang kemudian dapat dibersihkan melalui wudhu berikutnya. Dari penelitian juga menyatakan bahwa persentase terkena penyakit bagi orang yang tidak sholat dan tidak berwudhu, lebih banyak dari pada orang-orang yang berwudhu. Istinsyaq dan Istintsar dapat menghilangkan 11 bakteri membahayakan yang ada dalam hidung, yang menyebabkan penyakit saluran pernafasan, radang paru-paru, panas rheumatism, penyakit rongga hidung , dan lain-lain.
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, anggota Ikatan Dokter Kerjaan Arab Saudi di London dan Penasihat Jantung mengatakan, “Para Pakar berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadikan rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan dan insomnia”. Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

 
Fahrizal Nurjulianto © 2012 | Template By Fahrizal Nurjulianto